Karena disini kita akan
membahas secara detail mengenai pengertian, ciri-ciri, jenis, pola, dan
contoh-contoh kalimat majemuk.
Sebelum mengetahui lebih
jelas tentang kalimat majemuk, kamu harus mengetahui terlebih dahulu pengertian
dari kalimat itu sendiri. Ada yang tau enggak apa pengertiannya kalimat ?
Jadi, kalimat merupakan
satuan bahasa berupa kata-kata atau rangkaian kata yang dapat berdiri sendiri
dan mempunyai makna yang lengkap. Dan untuk jenisnya kalimat sendiri dibagi
menjadi dua, yaitu kalimat tunggal dan kalimat majemuk.
Tapi disini kita hanya
membahas kalimat majemuk yah. Berikut adalah penjelasan mengenai kalimat
majemuk secara lengkap :
Kalimat Majemuk
pixabay.com
Pengertian Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk
merupakan kalimat yang memiliki dua pola kalimat atau lebih. Kalimat majemuk
terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat.
Bagaimana cara
membedakan induk kalimat dan anak kalimat ?
Cara membedakannya
adalah dengan cara melihat letak konjungsi atau kata penghubung. Induk kalimat
tidak memuat konjungsi didalamnya, karena konjungsi hanya terdapat pada anak
kalimat.
Ciri Ciri Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk
mempunyai beberapa ciri-ciri. Apa saja ciri-cirinya ?
- Terdapat perluasan atau penggabungan dari kalimat inti.
- Perluasan dari kalimat inti tersebut menghasilkan pola kalimat baru.
- Memiliki subjek atau predikat lebih dari satu.
Jenis Jenis Kalimat Majemuk
Setiap kalimat majemuk
memiliki kata penghubung yang berbeda-beda. Sehingga jenis kalimat tersebut
dapat diketahui dengan cara melihat konjungsi yang digunakan. Jenis-jenis
kalimat majemuk adalah :
- Kalimat majemuk Setara
- Kalimat Majemuk Bertingkat
- Kalimat Majemuk Campuran
- Kalimat majemuk Rapatan
Kalimat Majemuk Setara
500px.com
Kalimat majemuk setara
merupakan kalimat yang berhubungan antara unsur-unsurnya yang bersifat setara.
Kalimat majemuk setara ini tidak mempunyai anak kalimat.
Ciri Ciri Kalimat Majemuk Setara :
- Klausa satu dengan klausa yang lainnya mempunyai hubungan yang koordinatif, sehingga dapat berdiri sendiri meskipun dipisahkan.
- Klasusa yang satu berkedudukan sama atau setara dengan klausa yang lainnya.
- Konjungsi yang menghubungkan kalimat majemuk setara berupa “dan”, “lalu”, “kemudian”, “bahkan”, “ketika”, “setelah”, “sebelum”, “sedangkan”.
Contoh :
Arya makan di dapur
sedangkan Abdi main bola dilapangan.
- Arya makan di dapur.
- Abdi Main bola dilapangan.
Sassi pintar matematika
sedangkan Icha pintar biologi.
- Sassi pintar matematika.
- Icha pintar biologi.
Kalimat majemuk setara
dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Kalimat Majemuk Setara Sejalan
Kalimat majemuk setara
sejalan merupakan kalimat majemuk yang terdiri dari beberapa kalimat yang
sifatnya setara kedudukannya.
Contoh :
- Arya berangkat kuliah sedangkan Citra mencuci piring di dapur.
- Diandra menyapu halaman rumah dan Shafira membersihkan ruang tamu.
- Aji mendapatkan hadiah novel dan Intan mendapatkan hadiah jam tangan baru.
- Saya membuat kerajinann tangan dari sedotan plastik, Rinto membuat dari kain flanel, sedangkan Enggar membuat dari barang bekas.
- Nurlita menyapu lantai rumah sebelum ibu mengepel lantai.
- Siti adalah anak yang terpandai bahkan dia juga merupakan bintang kelas di sekolahnya.
- Syaifa membereskan tempat tidurnya kemudian dia membersihkan lemarinya.
- Petani selalu membajak sawahnya lalu mereka mereka menanam padi diatasnya.
- Aku tertidur pulas di kamar ketika seseorang mengetuk pintu rumahku.
2. Kalimat Majemuk Setara Berlawanan
Kalimat majemuk setara
berlawanan merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat yang isinya menyatakan
situasi atau kondisi yang berlawanan.
Contoh :
- Sinta adalah anak yang sangat pandai tetapi dia berasal dari keluarga yang kurang mampu.
- Aku sangat ingin sekali membeli baju baru tetapi aku tidak mempunyai uang yang cukup.
- Shafira mengerjakan tugas fisika dengan sangat rajin sedangkan teman-temannya yang lain tidak mengerjakannya.
- Bukan Indah yang membersihkan tempat itu melainkan Firman lah yang melakukannya.
- Kemarin aku tidak pergi kerumah nenek melainkan aku pergi kerumah temanku.
- Arya sangat buruk dalam hal menghitung tetapi dia baik dalam hal mengingat.
- Nurlita sangat senang membantu orang lain sedangkan Hikmah tidak suka membantu orang lain.
- Widi adalah anak yang berani tetapi dia tidak suka bertengkar.
- Dihar anak yang pandai sedangkan Niko anak yang kurang pandai.
3. Kalimat Majemuk Setara Sebab Akibat
Kalimat majemuk setara
sebab akibat merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang
bagian satunya berisi sebab akibat dari bagian yang lainnya.
Contoh :
- Arsyad rajin berlatih olahraga sepak bola sehingga dia menjadi atlet sepak bola terbaik di Indonesia.
- Citra suka sekali menjahili teman-temannya di kelas, akibatnya dia tidak mempunyai teman.
- Kemarau yang terjadi di musim ini sangat panjang, akibatnya sungai-sungai ikut mengering.
- Pinokio senang sekali berbohong karenanya dia mempunyai hidung yang sangat panjang.
- Si kancil lengah ketika sedang minum, akibatnya dia diterkam oleh buaya.
- Diandra tidak mengerjakan PR lalu ibu guru memarahinya.
- Semua sungai menjadi kering akibatnya para petani mengalami gagal panen.
- Lukisan itu dibuat dengan sangat teliti akibatnya lukisan itu mempunyai nilai jual yang sangat tinggi.
- Roy Marten ditahan karena ia telah membawa sabu-sabu.
Baca juga artikel : Jenis Jenis Kalimat Bahasa Indonesia Terlengkap !
Kalimat Majemuk Bertingkat
500px.com
Kalimat majemuk
bertingkat merupakan kalimat yang terdiri dari beberapa kalimat tunggal yang
kedudukannya tidak setara.
Kalimat majemuk
bertingkat kedudukan klausa-klausanya bertingkat sebagai hasil perluasan
terhadap salah satu unsur sehingga membentuk pola baru.
Ada salah satu unsur
yang berkedudukan sebagai induk kalimat dan unsur yang lainnya berkedudukan
sebagai anak kalimat.
Ciri Ciri Kalimat Majemuk Bertingkat :
- Salah satu klausa atau anak kalimat tidak dapat berdiri sendiri. Dengan kata lain jika dipisahkan tidak memiliki makna.
- Kata penghubungnya berupa jika, ketika, walaupun, bagaikan, bahwa, sebab, sehingga.
500px.com
Kalimat majemuk
bertingkat dibagai menjadi beberapa jenis, yaitu :
1. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Waktu
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “ketika”.
Karena memiliki keterkaitan dengan waktu.
Contoh
: Saya sedang belajar, ketika ayahku pulang.
2. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Syarat
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “jika”,
“seandainya”, “asalkan”, “apabila”, “andaikan”.
Contoh
: Jika saya mendapatkan rangking 1, saya akan mendapatkan sepeda baru.
3. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Tujuan
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang spaling ering digunakan adalah “agar”,
“supaya”, “biar”.
Contoh
: Shafira sengaja tidur siang agar dia bisa bangun pagi untuk belajar.
4. Kalimat Majemuk Bertingkat Konsensip
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “walaupun”,
“meskipun”, biarpun”, “kendatipun”.
Contoh
: Walaupun Icha sedang sedih, dia tetap selalu tersenyum.
5. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Penyebab
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “sebab”,
“karena”, “oleh karena”.
Contoh
: Aku sedang sedih, sebab orang yang aku sayangi tidak menyayangi aku.
6. Kalimat Mejemuk Bertingkat Hubungan
Perbandingan
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “ibarat”,
“seperti”, “bagaikan”, “laksana”, “sebagaimana”, “lebih baik”.
Contoh
: Dari pada saya bermain, lebih baik saya belajar.
7. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Akibat
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “sehingga”,
“sampai-sampai”, “maka”.
Contoh
: Leni begitu berbakat, sehingga dia dapat memenangkan lomba cerdas cermat itu.
8. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Cara
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “dengan”.
Contoh
: Dengan cara menjual koran, dia mendapatkan uang untuk menghidupi keluarganya.
9. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Sangkalan
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “seolah-olah”,
“seakan-akan”.
Contoh
: Indah diam saja, seolah-olah semuanya baik-baik saja.
10. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Kenyataan
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “padahal”,
“sedangkan”.
Contoh
: Regina terus belajar, padahal dia sedang sakit.
11. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Hasil
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “makanya”.
Contoh
: Doni anak pemalas, makanya nilai ulangannya selalu jelek.
12. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Penjelasan
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “bahwa”.
Contoh
: Nilai raportnya menunjukkan bahwa Arya benar-benar siswa yang pandai di
kelasnya.
13. Kalimat Majemuk Bertingkat Hubungan
Atribut
Pada
kalimat jenis ini, konjungsi yang paling sering digunakan adalah “yang”.
Contoh
: Dia yang sedang berlari itu adalah teman saya.
Kalimat Majemuk Campuran
500px.com
Kalimat
majemuk campuran merupakan gabungan kalimat majemuk setara atau rapatan dengan
kalimat majemuk bertingkat. Pada umumnya dalam kalimat majemuk campuran,
terdapat paling sedikit tiga kalimat tunggal.
Ciri Ciri Kalimat Majemuk Campuran
- Kalimat majemuk campuran mempunyai 3 klausa atau lebih yang berperan satu sebagai induk kalimat dan klausa yang lainnya sebagai anak kalimat.
- Kalimat majemuk campuran mempunyai dua buah konjungsi atau lebih yang menghubungakan antara klausa yang satu dengan yang lainnya.
- Hubungan antara klausa pada kalimat majemuk campuran setara dan juga bertingkat.
Contoh
:
Ibu
sedang menyapu di halaman ketika ayah sedang membaca koran sedangkan adik tidur
dengan lelap.
- Ibu sedang masak di dapur
- Adik tidur dengan gelap
- Ayah sedang membaca koran
Ibu
guru mengumumkan bahwa hari ini akan diadakan ulangan harian dan kami semua
sangat kaget.
- Ibu guru mengumumkan berita itu
- Hari ini akan diadakan ulangan harian
- Kami semua sangat kaget
500px.com
Berikut
adalah jenis-jenis kalimat majemuk campuran :
1. Kalimat Majemuk Campuran 1 Induk
Kalimat dan 2 Anak Kalimat
Pada
kalimat ini hanya mempunyai satu kalimat tunggal sebagai induk kalimat atau
inti pokok dari sebuah kalimat.
Contoh
:
Mereka
telah mengadakan acara peringatan hari kemerdekaan Indonesia yang dihadiri oleh
seluruh masyarakat Balikpapan serta dihadiri oleh seluruh pejabat pemerintahan
Balikpapan.
Inti
pokok dari kalimat tersebut adalah mereka telah mengadakan acara peringatan
hari kemerdekaan Indonesia. Sedangkan kalimat yang lainnya merupakan kalimat
penjelas atau yang disebut sebagai anak kalimat.
2. Kalimat Majemuk Campuran 2 Induk
Kalimat dan 1 Anak Kalimat
Pada
kalimat ini mempunyai dua induk kalimat yang menjadi inti dari sebuah kalimat
dan satu anak kalimat sebagai penjelasannya.
Contoh
:
Ayah
mengajarkan rasa tanggungjawab dan ibu mengajarkan kasih sayang agar anak-anak
mereka menjadi anak-anak yang baik.
Inti
dari kalimat diatas adalah ayah yang mengajarkan rasa tanggungjawab dan ibu
mengajarkan kasih sayang. Sedangkan kalimat selanjutnya merupakan kalimat
penjelas atau yang biasa disebut dengan anak kalimat.
Kalimat Majemuk Rapatan
pixabay.com
Kalimat
majemuk rapatan merupakan kalimat yang berasal dari kalimat majemuk setara yang
dirapatkan bagian-bagiannya karena kata-kata dalam kalimat tersebut menduduki
posisi yang sama.
Bagian
yang dirapatkan bisa jadi subjek atau predikat. Perapatannya dilakukan dengan
cara menghilangkan unsur-unsur yang sama.
Ciri Ciri Kalimat Majemuk Rapatan
- Kalimat dapat dipisahkan menjadi dua buah kalimat tunggal atau lebih.
- Dipisahkan dengan tanda koma dan konjungsi atau kalimat penghubung.
Contoh
:
- Saat kebakaran itu terjadi, rumah sedang kosong sehingga tidak ada korban yang terluka.
- Joko selalu sarapan pagi sebelum berangkat kerja, meskipun hanya roti saja.
- Arya merupakan anak yang pandai, tetapi sayangnya tidak rajin sehingga kepandaiannya menjadi sia-sia.
Itulah
pembahasan singkat mengenai pengertian kalimat majemuk, jenis jenis kalimat
majemuk, struktur kalimat majemuk, beserta contoh kalimat majemuk. Mulai dari
contoh kalimat majemuk setara, contoh kalimat majemuk bertingkat, contoh
kalimat majemuk campuran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar