Rabu, 06 Desember 2017

MAKALAH ILMU TAUHID



MAKALAH
Memahami Definisi, Tujuan dan Urgensi
Ilmu Tauhid d
alam Agama Islam
serta Faktor - faktor Timbulnya Perbedaan Aliran
dalam Aqidah Islam
Disusun untuk memenuhi tugas
Mata Kuliah    : Ilmu Tauhid
Dosen Pengampu : Mujib Hidayat






Disusun oleh :
Mukhith Muzadi                                 2022116086
Muhammad Chotibul Umam              2022116066
INSTITUT  AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)  PEKALONGAN


PENDAHULUAN
Teologi, sebagaimana diketahui, membahas ajaran-ajaran dasar dari sesuatu agama. Setiap orang ingin menyelami seluk-beluk agamanya secara mendalam, perlu mempelajari teologi yang terdapat dalam agama yang dianutnya. Mempelajari teologi akan memberi seseorang keyakinan-keyakinan yang berdasarkan pada landasan kuat, yang tidak mudah diombang-ambing oleh peredaran zaman.
            Dalam istilah Arab ajaran-ajaran dasar itu disebut Usul al Din dan oleh karena itu buku yang membahas soal-soal teologi dalam Islam selalu diberi nama Kitab Usul al-Din oleh para pengarangnya. Ajaran-ajaran dasar itu disebut juga ‘aqa’id, credos atau keyakinan-keyakinan itu diberi judul al-‘aqa’id seperti Al-‘Aqa’id al-Nasafiah dan Al-‘Aqa’id al-‘Adudiah. Teologi dalam Islam disebut juga ‘ilm al-tauhid. Kata tauhid mengandung arti satu atau esa dan keesaan dalam  pandangan Islam, sebagai agama monoteisme, merupakan sifat yang terpenting.di antara segala sifat-sifat Tuhan. Selanjutnya teologi Islam disebut juga ‘ilm al-kalam. Kalam adalah kata-kata. Kalau yang dimaksud dengan kalam ialah sabda Tuhan maka teologi dalam Islam disebut ‘ilm al-kalam, karena soal kalam, sabda Tuhan atau al-Qur’an pernah menimbulkan pertentangan-pertentangan keras di kalangan umat Islam di abad IX dan X Masehi, sehingga timbul penganiayaan dan pembunuhan-pembunuhan terhadap sesama muslim di waktu itu.
            Oleh karena itu, kami berharap dengan pembuat bahan kajian makalah ini dapat menambah derajat keilmuan sehingga dapat memberikan kemanfaatn dan kemaslahatan umat serta meningkatkan keimanan kami terhadap keesaan Allah SWT.





I.                   DEFINISI ILMU TAUHID
Ilmu Tauhid biasa disebut dengan beberapa nama, antara lain: ilmu ushuluddin, ilmu kalam, fiqh al-akbar, dan teologi Islam. Disebut ilmu ushuluddin karena ilmu ini membahas pokok-pokok agama (ushuluddin); disebut ilmu tauhid karena ilmu ini membahas keesaan Allah SWT. Di dalamnya dikaji pula tentang asma’(nama-nama) dan af’al (perbuatan-perbuatan) Allah yang wajib, mustahil, dan jaiz, juga sifat yang wajib, mustahil,dan jaiz bagi Rasul-Nya. Ilmu tauhid sendiri sebenarnya membahas keesaan Allah SWT., dan hal hal yang berkaitan dengannya. Secara objektif, ilmu tauhid  sama dengan ilmu kalam tetapi argumentasi ilmu kalam lebih dikonsentrasikan pada penguasaan logika. Oleh sebab itu, sebagian teolog membedakan antara ilmu kalam dan ilmu tauhid.
Abu Hanifah menyebut nama ilmu ini dengan fiqh al akbar. Menurut persepsinya, hukum Islam yang dikenal dengan istilah fiqh terbagi atas 2 bagian. Pertama, fiqh al-akbar, membahas keyakinan atau pokok pokok agama atau ilmu tauhid. Kedua, fiqh al-ashghar membahas hal-hal yang berkaitan dengan masalah muamalah, bukan pokok pokok agama, tetapi hanya cabang belaka.
Teologi Islam merupakan istilah lain dari ilmu tauhid, yang diambil  dari bahasa Inggris “theology”. William L. Reese mendefinisikannya dengan discourse or reason concerning God (diskursus atau pemikiran tentang Tuhan). Dengan mengutip kata-kata dari William Ockham, Reese lebih jauh mengatakan, “theology to be a discipline resting on revealed truth and independent of both philosophy and science”. Sementara itu, Gove menyatakan bahwa teologi adalah penjelasan tentang keimanan, perbuatan, dan pengalaman agama secara rasional.
Berkaitan dengan ilmu kalam, Musthafa Abdul Raziq berpendapat bahwa ilmu ini (ilmu tauhid) yang berkaitan dengan aqidah imani ini sesungguhnya dibangun di atas argumentasi-argumentasi rasional atau ilmu yang berkaitan dengan aqidah Islami ini bertolak atas bantuan nalar. Sementara itu, Al-Farabi mendefinisikan ilmu  kalam adalah disiplin ilmu yang membahas zat dan sifat Allah beserta eksistensi semua yang mungkin, mulai yang berkenaan dengan masalah dunia sampai masalah  sesudah mati yang berlandaskan doktrin Islam. Stressing akhirnya adalah adalah memproduksi ilmu ketuhanan secara filosofis. Selain itu, Ibnu Khaldun mendefinisikan ilmu kalam adalah disiplin ilmu yang mengandung berbagai argumentasi tentang akidah imani yang diperkuat dalil-dalil rasional.
Apabila memerhatikan definisi di atas, dapat disimpulkan bahwa ilmu tauhid (kalam) adalah ilmu yang membahas tentang berbagai masalah ketuhanan dengan menggunakan argumentasi logika atau filsafat. Secara teoritis, aliran Salaf tidak dapat dimasukkan ke dalam aliran ilmu kalam, karena aliran ini – dalam masalah-masalah ketuhanan – tidak menggunakan argumentasi filsafat atau logika. Aliran ini cukup dimasukkan ke dalam aliran ilmu tauhid, ilmu ushuluddin, dan atau fiqh al-akbar.

II.                NAMA LAIN ILMU TAUHID DAN PERBEDAANNYA
Ilmu Tauhid yang mempelajari dan memahami masalah Ketuhanan dalam Islam terdapat beberapa istilah nama yang dipergunakannya antara lain:
2. Ilmu Ushuluddin
adalah Ilmu Ketuhanan dalam Islam, dengan pertimbangan bahwa objek pembahasannya merupakan usul dan pokok dari semua ilmu dan amalan di dalam agama Islam, baik di dalam bidang I’tiqad maupun dalam bidang hukum.
2. Ilmu Aqoid
adalah karena obyek pembahasannya tentang penetapan aqidah keagamaan dengan menggunakan atau memakai dalil-dalil yang meyakinkan baik berupa dalil naqli maupun aqli dan perasaan.
3. Ilmu Kalam
adalah sebagaimana dikatakan oleh A. Hanafi MA dalam bukunya “Pengantar Teologi Islam (Ilmu Kalam)” menyebutkan, karena:
a.       Persoalan yang terpenting di antara pembicaraan-pembicaraan kurun pertama Islam ialah firman Tuhan (Kalam Allah) yaitu al-Qur’an, apakah azali atau non-azali, karena itu keseluruhan isi Ilmu Kalam dinamai dengan salah satu bagiannya yang terpenting.
b.      Dasarnya ialah dalil-dalil akal yang pengaruhnya nampak jelas dalam pembicaraan-pembicaraan para mutakallimin. Mereka merujuk kepada nas (dalil naqli) sesudah ada konfirmasi dari dalil-dalil aqli.
c.       Pembuktian terhadap kepercayaan-kepercayaan agama menyerupai logika dalam filsafat.
5. Teologi Islam adalah ilmu yang membicarakan tentang Tuhan dan pertaliannyadengan manusia, baik berdasarkan kebenaran wahyu ataupun berdasarkan penyelidikan akal murni.

III.             TUJUAN MEMPELAJARI ILMU TAUHID
Ilmu tauhid adalah ilmu yang sangat vital dipelajari oleh umat Islam. Sehingga apabila kita sebagai umat Islam mempelajari ilmu tauhid dengan sungguh-sungguh maka kita akan mendapatkan banyak manfaat dan keimanan terhadap keesaan Allah SWT. Adapun tujuan kita mempelajari ilmu tauhid adalah sebagai berikut:
a.       Agar manusia mengetahui dan mengenal Allah (ma’rifatullah) dengan segala hal yang wajib ada pada-Nya dan yang mustahil ada pada-Nya. Dalam hal ini, kita diberi pemahaman yang intensif dan komprehensif dalam mengenali sifat-sifat yang ada pada Allah baik dari sifat wajib maupun sifat Mustahil-Nya. Kita juga menjadi lebih tahu makna di balik sifat-sifat tersebut sebagai elemen kesempurnaan yang ada pada-Nya sehingga kita dapat  mengambil hikmah dan manfaat di dalamnya.
b.      Di samping mengenal Allah, manusia juga dapat lebih mengenal Rasul-Nya. Mengenal Allah dan Rasul-Nya dengan dalil-dalil yang pasti dan menetapkan sesuatu yang wajib bagi Allah dari sifat-sifat yang sempurna dan mensucikan Allah dari tanda-tanda kekurangan dan membenarkan semua Rasul-Nya.
c.       Agar manusia membenarkan ada-Nya (tashdiqullah). Kepercayaan kita untuk mengakui dan membenarkan akan keberadaan-Nya sangatlah diwajibkan karena itu merupakan cirri kita sebagai umat yang mentauhidkan keberadaan-Nya. Hal inilah yang menjadi salah satu tujuan penting dalam kita mempelajari ilmu tauhid.
d.      Agar manusia mengEsakan-Nya (tauhidullah). Keesaan Allah wajib kita agungkan dan akui sebagai bagian dari amalan kita dalam mentauhidkan-Nya. Keesaan Allah adalah salah satu hal terpenting dalam mempelajari ilmu tauhid.
IV.             PENGERTIAN DAN TUJUAN AKIDAH ISLAM
V.                FAKTOR TIMBULNYA PERBEDAAN ALIRAN DALAM AKIDAH ISLAM

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PPT PEMBELAJARAN KULIAH SMT 3